Selasa, 06 Desember 2011

Kehidupan Mikrobia


      Dalam dunia ini kehidupan ada tiga yaitu tanaman/tumbuhan, hewan/binatang/manusia yang kesemuanya dalam kehidupannya memerlukan oksigen yang berasal dari udara. Kehidupan yang ketiga adalah mikrobia yang dalam kehidupannya dapat dari oksigen dari udara dan tanpa oksigen. Oksigen dari udara disebut dengan kehidupan aerob. Sedangkan kehidupan yang berasal oksigen bukan dari udara disebut dengan anaerob. Dalam kehidupan yang aerob akan menghasilkan gas karbon dioksida, air dan tenaga sedangkan yang anerob akan menghasilkan etanol (alcohol) dan tenaga
        Dalam kehidupan mikrobia juga diperlukan energy sebagai tenaga untuk kehidupan. Energi dapat diperoleh dari bahan yang mengandung gula yang berasal dari tanaman. Jenis gula yang diperlukan adalah jenis gula yang mudah dipecah dalam bentuk sederhana menjadi karbon dioksida dan tenaga. Gula sederhana dapat berasal dari glukosa, fruktosa dan galaktosa. Pada umunya gula yang digunakan adalah glukosa. Glukosa dapat berasal dari tetes, gula merah, madu dan lain-lain.
      Glukosa    digunakan untuk mengembangbiakkan atau memperbanyak jumlah mikrobia.  Sehingga dalam dalam kondisi anerob mikrobia dapat digunakan kompos dan dalam dalam kondisi anerob dapat digunakan silase atau pakan awetan.
        Mikrobia di alam bertaburan dimana-mana dan ada yang pada tanaman atau pada hewan.  Maka mikrobia dapat didapatkan secara lokal yang disebut dengan MIKROBIA LOKAL (MOL). Misalkan pada biji buah Maja, daun Kliriside, keong mas, sayuran, buah-buahan, urine,  rebung, bonggol pisang dll. Dalam mendapatkan mikrobia sangat mudah dengan mencampurkan air leri (air cucian beras), air kelapa dan gula merah atau tetes. Untuk sayuran dapat menggunakan garam untuk menghasilkan asam laktat.

Sabtu, 03 Desember 2011

PERTEMUAN KELOMPOK



Pertemuan kelompok Tani di dusun Tusukan Gejahan Kecamatan Ponjong,  Ketua Bapak Rebana. Petani yang datang sebanyak 20 orang. Dalam pertemuan membicarakan tetang permasalahan petani yang sedang dihadapi. Karena petani rata-rata sudah selesai tanam. Oleh petugas diharapkan dalam menanam dengan cara LEGOWO. Petugas juga menjelaskan tentang keuntungan dan kemudahan menanam dengan cara legowo. Tetapi petani masih bimbang dalam melakukan cara legowo. Mereka merasa lebih mudah dengan cara yang biasa dilakukan. Karena dalam menanam biasa dilakukan dengan cara borongan sehingga kalau penanam dianjurkan untuk menanam dengan cara lain mereka minta tambahan biaya. Selain itu petani beranggapan bahwa dengan cara menanam legowo akan mengurangi jumlah tanaman. Petugas sudah memberikan penjelasan bahwa dengan penanaman legowo akan menambah jumlah tanaman. Sehingga beberapa petani peserta kelompok ada yang bersedia untuk menggunakan cara legowo. Tetapi juga masih ada yang belum bersedia untuk melakukan karena hasilnya kenaikannya tidak signifikan.